LAPORAN
BACAAN
OLEH
KHAIRUS SYA’BANI
11901102
PAI
4D
Identitas Buku/ jurnal
Judul: MANAJEMEN KELAS
YANG EFEKTIF
Penulis: Astuti
Penerbit: Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone.
Volume: Volume. 9, No. 2
Agustus 2019
e-ISSN: : 2685-4538
P-ISSN: : 2407-8107
Dari
jurnal yang saya baca, Manajemen kelas berasal dari dua kata, yakni yang
pertama Manajemen dan kelas. Manajemen yang berarti berarsal dari kata Bahasa Inggris
Management yang di terjemahkan pula menjadi pengolahan, yang bisa di artikan
bahwa proses Sumber daya yang efektif agar mencapai sasaran, dan juga dari yang
saya baca bahwa yang dimaksud kelas
secara umum dapat diartikan sebagai sekelompok siswa atau peserta didik yang
bisa di bilang ada pada waktu yang sama
menerima pembelajaran yang sama dari pendidik yang sama. Dan dari sudut pandang
yang lain mengartikan bahwa kelas menjadi dua arti , yaitu:
Pertama, kelas dalam arti sempit, yakni berupa ruangan khusus, tempat sejumlah
siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar.jadi arti Kelas dalam hal
ini sangat mengandung sifat-sifat statis, mengapa demikian? Alasannya adalah karena
sekedar menunjuk pada adanya pengelompokan siswa berdasarkan batas umur
kronologis masing-masing.
Kedua, kelas dalam arti luas, yakni suatu
masyarakat kecil yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar
secara kreatif untuk mencapai tujuan.
Pada
umumnya manajemen kelas memiliki tujuan, salah satu tujuannya yang paling umum
ialah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Dan dari jurnal yang say abaca bahwa kegiatan
pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam
pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa. dan Ketercapaian tujuan pengelolaan kelas seperti
dikemukakan oleh A. C. Wraag telah dapat dideteksi atau bisa dilihat dari: “Anak-anak
memberikan respon yang setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan penuh perhatian
dari orang dewasa atau guru. Mereka akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi
dalam melakukan tugas-tugasnya yang sesuai dengan kemampuannya.”
Dan
menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen tujuan dari manajemen kelas ada 3
ialah sebagai berikut:
1.
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang baik, maksudnya sebagai kelompok belajar
maupun lingkungan belajar, memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan
semaksimal mungkin.
2)
Menghilangkan berbagai hambatan yang menyebabkan menghalangi terjadinya
interaksi pembelajaran. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot
belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan
sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
3)
Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi,
budaya
serta sifat-sifat individualnya.
di
Dalam suatu sekolah, tentunya kita perlu sadari bahwa dilihat dari jumlah siswa
yang berada di dalam kelas tentunya akan
turut mewarnai dinamika di kelas itu
sendiri. karena Semakin banyak jumlah siswa yang berada di dalam suatu kelas,
bisa di bilang maka kemungkinan besar juga akan semakin sering terjadinya konflik antar siswa. dan Sebaliknya semakin
sedikit jumlah siswa dalam suatu kelas, maka kecenderungan terjadi konflik juga
akan semakin kecil. dan Oleh karena itu, agar manajemen kelas ini semua dapat
diterapkan dengan baik, penting bagi para guru untuk dapat memahami beberapa
prinsip dasar tentang manajemen kelas.
Ini
dia Beberapa prinsip manajemen
kelas
, sebagai berikut:
-
Guru Harus bersifat Hangat dan guru juga harus Antusias
Dari yang saya baca Agar kelas kita dapat dikelola dengan baik, tentunya kita
sebagai seorang guru harus bersikap
hangat dan tentunya kita sebagai seorang guru tentunya juga harus antusias
kepada siswa-siswanya. Tentunya Untuk
dapat memiliki sikap yang hangat kepada siswa guru dapat melakukan hal-hal
sebagai berikut:
1.sebagai
guru, Bertanyalah tentang kabar siswa-siswi sebelum mulainya pelajaran. Karena Cara ini bisa di bilang dapat membangun kesan
mendalam atau berarti pada diri siswa dan dapat membuat mereka merasa benar-benar merasa diperhatikan oleh kita
sebagai guru.
2.
kita sebagai guru setidaknya Sediakan waktu dan sedikan juga kesempatan pada
siswa/siswi untuk mengemukakan persoalan-persoalan
yang akan mereka hadapi, baik mengenai
persoalan pelajaran atau persoalan lain.
3.
kita sebagai guru Berdoalah untuk mereka.saat guru secara khusyuk berdoa untuk
siswa
dan
siswa mengamininya, maka pada saat itu terjalin hubungan emosional yang kuat
antara guru dengan siswa.
-Guru
Harus Mampu Memberikan Tantangan
Dari
yang saya lihat, biasanya setiap siswa
itu sangat menyukai beberapa tantangan yang mengusik rasa ingin tahu mereka
ataun bisa di bilang siswa tersebut kepo. Karena itu, guru harus mampu
memberikan tantangan yang dapat memancing antusiasme siswa dalam mengikuti mata
pelajarannya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam memberikan
tantangan, yaitu:
1.
kita senbagai guru Lakukanlah setidaknya evaluasi sederhana secara berkala
setiap minggu.dan Apabila hari ini guru
menyampaikan materi suatu pelajaran, maka evaluasi dapat dilakukan pada minggu
yang akan datang.
2.
kita sebagai guru tentunya harus Selingi
pelajaran dengan kuis, misalnya guru
membuat teka-teki yang bahan bahannya yang diambil dari materi pada saat pelajaran itu. Atau ajaklah siswa untuk
belajar di luar kelas sebagai sarana untuk refreshing.
-Guru
Harus Mampu bersikap Luwes
Dari
jurnal yang saya baca, intinya Setiap guru itu harus mampu bersikap luwes
kepada para siswanya. Yang Artinya, didalam kelas seorang guru tidak
harus memosisikan diri sebagai orang yang serba tahu. Kita tentunya bisa Sesekali
dalam waktu tertentu, guru tentunya juga harus mampu dan bisa menempatkan dirinya sebagai orang “saudara”,
“orang tua”, maupun “sahabat’ bagi siswa-siswinya, hal ini agar siswa siswi nya
dapat enjoy padat saat pelajaran berlangsung , tentunya hal ini para siswa
dapat menjadi saat dan merasa ia tidak tertekan dikarenakan gurunya sendiri
sangat paham terhadap kondidinya yang masih kecil itu. Pergaulan yang luwes
antara seorang guru dengan siswa dapat menumbuhkan rasa saling menghormati dan
menghargai. Untuk mewujudkan hal tersebut, dan ada beberapa langkah yang dapat
dilakukan oleh seorang guru, yaitu:
a)
kita sebagai guru , agar kita ingin lebih dekat dengan siswa, setidak nya kita Memperlakukan
siswa layaknya saudara/anak sendiri. Sebagai seorang saudara, tentu kita tidak
canggung apabila henda meminta bantuan atau diminta bantuan oleh mereka.
b)
dan kita sebagai seorang guru, Sesekali panggillah siswa dengan panggilan
“nak”. Karena Panggilan akrab semacam ini dapat menimbulkan kesan mendalam
dalam diri siswa, semacam perasaan kalau siswa adalah anak-anaknya sendiri.
Dan
dari jurnal ini, saya membaca ada beberapa pendekatan dala manajemen kelas, yakni:
1.
pendekatan kekuasaan, disini pendekatan kekuasaan memiliki pengertian sebagai
sikap konsistensi dari seorang guru untuk menjadikan norma atau aturan-aturan
dalam kelas sebagai acuan untuk menegakkan kedisiplinan. Ketentuan tersebut
didasarkan pada salah satu konsep dasar manajemen kelas yang tidak lain adalah
proses untuk mengontrol serta membimbing para siswa agar mereka memiliki sikap
disiplin dalam belajar.dan Dalam proses
itu, salah satu peranan guru adalah menciptakan dan mempertahankan situasi
disiplin dalam kelas, hal itu tentunya dilakukan sehingga suasana belajar mengajar dapat
berlangsung dengan efektif.
2.
pendekatan ancaman, yang di baca Ancaman juga dapat dijadikan pendekatan yang
tentunya perlu dilakukan guru/ pengajar
untuk memanage kelas yang baik. Tapi ancaman disini seharusnya tidak dilakukan
dalam waktu sesering mungkin dan ebenarnya
hanya perlu diterapkan manakala kondisi sudah benar-benar tidak dapat dikendalikan.
Selama guru masih mampu melakukan pendekatan lain di luar ancaman, maka akan
lebih baik jika pendekatan dengan ancaman ini ditangguhkan.
3.
pendekatan resep, jurnal yang sayaa baca Pendekatan resep tentunya sangat cocok
dilakukan oleh guru sendiri. Dalam hal ini, kita perlu mencatat beberapa hal
yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mengajar di kelas.disini tentunya Ketentuan itu dibuat tidak semata-mata untuk
kepentingan guru itu sendiri, melainkan hal itu juga untuk kepentingan
pengaturan kelas. Oleh sebab itu, cobalah kita ingat kembali apa yang tidak disukai
siswa-siswi pada saat kita mengajar itu , sehingga ketidaksukaan itu dapat
menyebabkan situasi kelas menjadi tidak efektif. Tidak ada salahnya jika kita
sebagai guru juga meminta para siswa
untuk mengemukakan hal-hal yang kurang mereka sukai dari cara kita mengajar serta
apa yang mereka inginkan. Di samping itu, akan sangat baik jika guru meminta
siswa untuk mengemukakan hal-hal yang mereka sukai dari kita. Semua komentar
siswa hendaknya kita perhatikan baik-baik, untuk kemudian diaplikasikan dalam
tindakan nyata, karena tidak ada salahnya kita mendengarkan apa kata siswa,
karena hal itu di lakukan demi kenyamanan proses belajar mengajar di dalam
kelas, tentunya jika posisi ini dapat terwujudkan maka kita sebagai guru juga
lebih nyaman , dan mereka sebagai murid tentunya juga akan senang karena apa
yang di kemukakan nya dapat di rasakannta atau di wujudkan oleh guru nya sendiri.
Dan
dari jurnal yang di baca, bahwa Manajemen kelas di dalam konsep modern
dipandang sebagai proses mengorganisasikan dari segala sumber daya kelas bagi
terciptanya proses pembelajaran yangefektif dan efisien. Sumber daya itu
diorganisasikan untuk memecahkan beragam masalah yang menjadi kendala dalam
proses pembelajaran sekaligus membangun situasi kelas yang kondusif secara
berkesinambungan.karena kita tentunya sebagai Pendidik harus bertugas untuk
menciptakan, memperbaiki, dan memilhara situasi kelas yang cerdas. Situasi
kelas yang cerdas itulah yang mendukung pendidik untuk mengukur, mengembangkan,
dan memelihara stabilitas kemampuan, bakat, minat dan energi yang dimilikinya
dalam rangka menjalankan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran. Oleh karena
itu, dalam mewujudkan manajemn kelas yang efektif maka perlu melakukan
perencanaan yang matang mengenai strategi pembelajaran, fasilitas yang diperlukan
serta sistem pengaturannya, budaya kelas, dan sistem evaluasi untuk mengukur keberhasilan
manajemen kelas. Terkait dengan pendidik dalam hubungannya dengan pelaksanaan
manajemen kelas, maka pendidik harus menciptakan suasana kelas yang kondusif,
menjadi manajer kelas yang efektif, menjadi leader kelas, menjadi pembimbing peserta
didik, mengendalikan disiplin kelas, menata lingkungan fisik kelas. Untuk mengukur
efektivitas pelaksanaan Pelaksanaan manajemen kelas maka perlu dilakukan evaluasi
secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait. Sebagaimana
prinsipnya, pengelolaan kelas dilakukan sebagai upaya untuk mengubah tingkah
laku siswa di dalam kelas dari kurang baik menjadi baik. Sumber daya itu diorganisasikan
untuk memecahkan beragam masalah yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran
sekaligus membangun situasi kelas yang kondusif secara berkesinambungan. Guru
sebagai pemimpin kelas diharapkan mampu menerapkan pendekatan manajemen kelas
berdasarkan situasi dan kondisi yang berlangsung. Sehingga tujuan pembelajaran
dapat tercapai. Sumber daya itu diorganisasikan untuk memecahkan beragam
masalah yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran sekaligus membangun
situasi kelas yang kondusif secara berkesinambungan.