LAPORAN BACAAN
OLEH
KHAIRUS SYA’BANI
11901102
PAI 4D
Identitas Buku/ jurnal
Judul: PENGEMBANGAN
EVALUASI PEMBELAJARAN ONLINE
Penulis: Komang Setemen
Penerbit: Universitas Pendidikan Ganesha, Jl. Udayana Singaraja
Dalam
proses pembelajaran, evaluasi merupakan bagian yang amat penting. Evaluasi
dapat memberi gambaran tentang tingkat penguasaan siswa ter- hadap satu materi,
memberi gambaran tentang kesulitan belajar siswa, dan memberi gambaran tentang
posisi siswa di antara kawan-kawannya. Evaluasi manual dengan instrumen
evaluasi me- miliki banyak kelemahan. Pertama, evaluasi ma- nual memerlukan waktu
dan biaya yang cukup banyak untuk memproduksi instrumennya. Kedua, pemilihan
butir tes dari bank soal cukup merepot- kan, baik dalam pemilihan maupun dalam
mem- produksinya. Ketiga, proses pemeriksaan evaluasi dengan instrumen tercetak
cukup rumit, sehingga memerlukan waktu banyak dan cenderung membo- sankan.
Keempat, proses pengolahan skor dan pemberian umpan balik kepada responden juga
rumit, memerlukan banyak waktu dan juga tidak jarang membosankan. Kelima,
secara psikologis evaluasi manual sering menimbulkan kecemasan pada peserta
tes. Pengawas yang berada di sekitar mereka, kondisi peserta tes yang lain,
serta kondisi lingkungan sekitar sering membuat peserta tes merasa cemas. Kondisi
di atas sangat mendesak untuk diatasi. Perlu diciptakan suatu mekanisme
evaluasi yang memungkinkan terjadinya hal-hal seperti: 1) proses produksi
instrumen penelitian cukup mudah; 2) proses pemilihan butir tes dari bank soal
mudah dilakukan; 3) pemeriksaan hasil tes mudah dilaku- kan; 4) proses
pengolahan skor dan pemberian um- pan balik mudah dilakukan; dan 5) kecemasan yang
timbul pada diri peserta tes akibat proses evaluasi tidak terlalu tinggi atau
masih pada taraf yang wajar. Pada kesempatan ini, dikaji evaluasi berbasis komputer.
Fasilitas hiperteks yang dimiliki internet/ intranet dilengkapi dengan sistem
basis-data yang dinamis untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas pen- dukung
evaluasi. Evaluasi berbasis komputer diharapkan mampu memberikan hasil evaluasi
yang tepat dan cepat. Biaya dan waktu untuk persiapan dan pelaksanaan tes dapat
dimanfaatkan seefisien dan seefektif mungkin. Pengolahan hasil tes dapat dilakukan
dengan lebih tepat dan lebih cepat, sehingga keputusan tentang hasil belajar
siswa dapat diketahui dengan lebih cepat dengan hasil yang lebih tepat.
Implikasinya, pemberian umpan balik dapat dilakukan lebih cepat, lebih efisien,
dan lebih efektif.
Pada akhirnya, semua itu diharapkan bermuara
pada peningkatan kualitas proses pembelajaran. Secara rinci, permasalahan yang
perlu dicarikan solusinya dalam penelitian ini adalah: 1) rancang bangun
evaluasi pembelajaran on-line, 2) implementasi evaluasi pembelajaran on-line memanfaatkan
web dinamik, dan 3) persepsi maha- siswa terhadap evaluasi pembelajaran
on-line. Evaluasi memegang peran yang amat penting dalam pembelajaran. Akurasi
data kemampuan sis- wa atau data kesulitan siswa dalam belajar sangat tergantung
kepada akurasi alat evaluasi dan proses evaluasi. Oleh karena itu, alat
evaluasi harus disu- sun secermat mungkin, agar secara konsisten mam- pu
mengukur apa yang semestinya diukur. Selain itu, alat evaluasi harus diujicoba,
dan bila perlu harus diujicoba beberapa kali, agar persyaratan validitas,
reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesu- karan, dan persyaratan alat evaluasi
lainnya dapat dipenuhi dengan baik. Alat evaluasi dalam proses pembelajaran
dinamakan tes, atau lengkapnya tes hasil belajar. Tes hasil belajar
(Achievement test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan individu
dalam satu bidang atau bidang tertentu. Tes hasil belajar ada dua jenis, yaitu:
1) test standar atau test baku, yaitu test yang dipublikasikan dan telah disiapkan
oleh para ahli secara cermat serta mencakup tujuan akademis yang lazim bagi
sekolah-sekolah pada umumnya, dan 2) test buatan guru adalah test yang disusun
oleh guru berdasarkan taksonomi yang ingin diukur dari unjuk kerja indi- vidu
setelah mempelajari sesuatu. Komputer sudah berkembang menjadi peralatan
multimedia dan hipermedia.
Multimedia merupakan perpaduan teknologi
televisi, teknologi komunikasi, dan teknologi komputer, sedangkan hipermedia
adalah peralatan multimedia yang dilengkapi dengan fasilitas hiperteks. Selama
ini hipermedia telah banyak dimanfaatkan dalampembelajaran, termasuk dalam
proses evaluasi dengan memasangnya pada
intranet atau internet. Peluang untuk berkomunikasi melalui hypermedia baik
melalui suara maupun melalui teks dapa tdimanfaatkan sebagai fasilitas
evaluasi. Fasilitas komunikasi dalam
intranet atau internet yang dapat dimanfaatkan untuk evaluasi adalah website, chatting,
dan electronic mail (e-mail). Website memberi peluang kepada komunikate untuk membaca
pesan dari komunikator yang terpasang pada website, untuk kemudian memberikan
respons kepada komunikator melalui fasilitas web dinamik. Chatting memberi
peluang kepada komunikate untuk berdiskusi dengan komunikator melalui suara
atau teks. E-mail memungkinkan komunikate untuk saling berkirim surat secara
elektronik de- ngan komunikator. Evaluasi berbasis komputer juga dapat memanfaatkan
fasilitas website, e-chatting, atau e- mail. Semua fasilitas di atas memberi
peluang terjadinya interaksi antara tutor dengan siswa atau antara komputer
sebagai pengganti tutor dengan siswa. Linden dalam Candiasa (2003)
mengidentifikasikan beberapa model pengukuran pendidikan terkomputerisasi,
antara lain: a) tes adaptif terkom- puterisasi, b) bank soal, c) desain tes
otomatis, d) sistem penulisan butir tes, dan e) tes multimedia. Semua itu bisa
dilakukan secara kolaboratif, sehingga evaluasi on-line dapat menciptakan komu-
nitas belajar online. Komunitas belajar on-line adalah kelompok belajar yang
didasari oleh komitmen dan kepentingan bersama untuk belajar secara kolaboratif
dengan difasilitasi lingkungan belajar maya.
Berdasarkan ujicoba teknis yang telah dila-
kukan, sistem evaluasi pembelajaran on-line ini telah berhasil dikembangkan
sesuai dengan spe- sifikasi kebutuhan sistem. Fungsi-fungsi yang bisa
diakomodasi oleh sistem ini adalah mengelola data mahasiswa, mengelola data
soal ujian, dan mengatur beberapa setting yang diperlukan. Dalam proses
pengembangan, ditemui beberapa kendala teknis menyangkut codingnya, namun bisa
diatasi dengan studi literatur dan diskusi tim. Sistem evaluasi on-line ini
telah diuji dalam kelompok kecil mahasiswa sebanyak lima belas orang mahasiswa
jurusan Manajemen Informatika yang duduk di semester III. Kelompok mahasiswa
ini sudah terbiasa menggunakan input device berupa mouse yang diperlukan untuk
mengarahkan pilihan jawaban seperti yang diinginkan. Beberapa antarmuka
digunakan untuk memu- dahkan interaksi antara pengguna dengan sistem. Antarmuka
antara pengguna mahasiswa dan admi- nistrator dibedakan. Untuk menggunakan
sistem, baik mahasiswa maupun administrator harus melakukan login terlebih
dahulu. Hal ini bertujuan supaya pengguna yang mempunyai hak saja yang bisa
masuk ke sistem evaluasi pembelajaran on-line ini. Antarmuka yang dibutuhkan
dalam system evaluasi pembelajaran on-line ini adalah antarmuka untuk login,
baik untuk mahasiswa maupun admi- nistrator. Antarmuka untuk administrator
mengelola data mahasiswa, mengelola data soal, da melakukan setting. Antarmuka
untuk mahasiswa meliputi antarmuka mengikuti ujian pembelajaran on-line dengan
menjawab tes pilihan ganda dan essay. Untuk pengembangan sistem evaluasi
on-line ini, telah dilakukan rancang bangun sistem evaluasi pembelajaran
on-line yang meliputi rancangan sistem, rancangan tabel, dan rancangan
antarmuka. Ketiga rancangan ini selanjutnya dibuatkan coding- nya. Proses
implementasi/coding sistem evaluas pembelajaran on-line ini dilakukan dengan
meng- gunakan script pemrograman php dengan pengelola basis data MySQL. Pada
akhir implementasi/ coding telah terbentuk sebuah program perangkat.