Minggu, 25 April 2021

MAGANG 1, LAPORAN BACAAN KE-3

 

LAPORAN BACAAN

OLEH KHAIRUS SYA’BANI

11901102

PAI 4D

 

 

Identitas Buku/ jurnal

 

Judul: MANAJEMEN KELAS YANG EFEKTIF

Penulis: Astuti

Penerbit:  Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone.

Volume: Volume. 9, No. 2 Agustus 2019

e-ISSN: : 2685-4538

P-ISSN: : 2407-8107

 

 

Dari jurnal yang saya baca, Manajemen kelas berasal dari dua kata, yakni yang pertama Manajemen dan kelas. Manajemen yang berarti berarsal dari kata Bahasa Inggris Management yang di terjemahkan pula menjadi pengolahan, yang bisa di artikan bahwa proses Sumber daya yang efektif agar mencapai sasaran, dan juga dari yang saya baca bahwa  yang dimaksud kelas secara umum dapat diartikan sebagai sekelompok siswa atau peserta didik yang bisa di bilang  ada pada waktu yang sama menerima pembelajaran yang sama dari pendidik yang sama. Dan dari sudut pandang yang lain mengartikan bahwa kelas menjadi dua arti , yaitu:

 Pertama, kelas dalam arti sempit,  yakni berupa ruangan khusus, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar.jadi arti Kelas dalam hal ini sangat mengandung sifat-sifat statis, mengapa demikian? Alasannya adalah karena sekedar menunjuk pada adanya pengelompokan siswa berdasarkan batas umur kronologis masing-masing.

 Kedua, kelas dalam arti luas, yakni suatu masyarakat kecil yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara kreatif untuk mencapai tujuan.  

Pada umumnya manajemen kelas memiliki tujuan, salah satu tujuannya yang paling umum ialah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran.  Dan dari jurnal yang say abaca bahwa kegiatan pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa. dan  Ketercapaian tujuan pengelolaan kelas seperti dikemukakan oleh A. C. Wraag telah dapat dideteksi atau bisa dilihat dari: “Anak-anak memberikan respon yang setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan penuh perhatian dari orang dewasa atau guru. Mereka akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugasnya yang sesuai dengan kemampuannya.”

Dan menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen tujuan dari manajemen kelas ada 3 ialah sebagai berikut:

1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang baik, maksudnya sebagai kelompok belajar maupun lingkungan belajar, memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.

2) Menghilangkan berbagai hambatan yang menyebabkan menghalangi terjadinya interaksi pembelajaran. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.

3) Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi,

budaya serta sifat-sifat individualnya.

di Dalam suatu sekolah, tentunya kita perlu sadari bahwa dilihat dari jumlah siswa yang berada di dalam kelas tentunya  akan turut mewarnai dinamika di  kelas itu sendiri. karena Semakin banyak jumlah siswa yang berada di dalam suatu kelas, bisa di bilang maka kemungkinan besar juga akan semakin sering terjadinya  konflik antar siswa. dan Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa dalam suatu kelas, maka kecenderungan terjadi konflik juga akan semakin kecil. dan Oleh karena itu, agar manajemen kelas ini semua dapat diterapkan dengan baik, penting bagi para guru untuk dapat memahami beberapa prinsip dasar tentang manajemen kelas.

Ini dia Beberapa prinsip manajemen

kelas , sebagai berikut:

- Guru Harus bersifat Hangat dan guru juga harus  Antusias

 Dari yang saya baca Agar kelas kita  dapat dikelola dengan baik, tentunya kita sebagai  seorang guru harus bersikap hangat dan tentunya kita sebagai seorang guru tentunya juga harus antusias kepada siswa-siswanya.  Tentunya Untuk dapat memiliki sikap yang hangat kepada siswa guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

1.sebagai guru, Bertanyalah tentang kabar siswa-siswi sebelum mulainya  pelajaran. Karena  Cara ini bisa di bilang dapat membangun kesan mendalam atau berarti pada diri siswa dan dapat membuat mereka merasa  benar-benar merasa diperhatikan oleh kita sebagai guru.

2. kita sebagai guru setidaknya Sediakan waktu dan sedikan juga kesempatan pada siswa/siswi untuk mengemukakan  persoalan-persoalan yang akan  mereka hadapi, baik mengenai persoalan pelajaran atau persoalan lain.

3. kita sebagai guru Berdoalah untuk mereka.saat guru secara khusyuk berdoa untuk siswa

dan siswa mengamininya, maka pada saat itu terjalin hubungan emosional yang kuat antara guru dengan siswa.

-Guru Harus Mampu Memberikan Tantangan

Dari yang saya lihat, biasanya  setiap siswa itu sangat menyukai beberapa tantangan yang mengusik rasa ingin tahu mereka ataun bisa di bilang siswa tersebut kepo. Karena itu, guru harus mampu memberikan tantangan yang dapat memancing antusiasme siswa dalam mengikuti mata pelajarannya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam memberikan tantangan, yaitu:

1. kita senbagai guru Lakukanlah setidaknya evaluasi sederhana secara berkala setiap minggu.dan  Apabila hari ini guru menyampaikan materi suatu pelajaran, maka evaluasi dapat dilakukan pada minggu yang akan datang.

2. kita sebagai guru tentunya harus  Selingi  pelajaran dengan kuis, misalnya guru membuat teka-teki yang bahan bahannya yang diambil dari materi pada saat  pelajaran itu. Atau ajaklah siswa untuk belajar di luar kelas sebagai sarana untuk refreshing.

-Guru Harus Mampu bersikap Luwes

Dari jurnal yang saya baca, intinya Setiap guru itu harus mampu bersikap luwes kepada para  siswanya. Yang  Artinya, didalam kelas seorang guru tidak harus memosisikan diri sebagai orang yang serba tahu. Kita tentunya bisa Sesekali dalam waktu tertentu, guru tentunya juga harus mampu dan bisa  menempatkan dirinya sebagai orang “saudara”, “orang tua”, maupun “sahabat’ bagi siswa-siswinya, hal ini agar siswa siswi nya dapat enjoy padat saat pelajaran berlangsung , tentunya hal ini para siswa dapat menjadi saat dan merasa ia tidak tertekan dikarenakan gurunya sendiri sangat paham terhadap kondidinya yang masih kecil itu. Pergaulan yang luwes antara seorang guru dengan siswa dapat menumbuhkan rasa saling menghormati dan menghargai. Untuk mewujudkan hal tersebut, dan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh seorang guru, yaitu:

a) kita sebagai guru , agar kita ingin lebih dekat dengan siswa, setidak nya kita Memperlakukan siswa layaknya saudara/anak sendiri. Sebagai seorang saudara, tentu kita tidak canggung apabila henda meminta bantuan atau diminta bantuan oleh mereka.

b) dan kita sebagai seorang guru, Sesekali panggillah siswa dengan panggilan “nak”. Karena Panggilan akrab semacam ini dapat menimbulkan kesan mendalam dalam diri siswa, semacam perasaan kalau siswa adalah anak-anaknya sendiri.

Dan dari jurnal ini, saya membaca ada beberapa pendekatan dala manajemen kelas, yakni:

1. pendekatan kekuasaan, disini pendekatan kekuasaan memiliki pengertian sebagai sikap konsistensi dari seorang guru untuk menjadikan norma atau aturan-aturan dalam kelas sebagai acuan untuk menegakkan kedisiplinan. Ketentuan tersebut didasarkan pada salah satu konsep dasar manajemen kelas yang tidak lain adalah proses untuk mengontrol serta membimbing para siswa agar mereka memiliki sikap disiplin dalam belajar.dan  Dalam proses itu, salah satu peranan guru adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas, hal itu tentunya dilakukan  sehingga suasana belajar mengajar dapat berlangsung dengan efektif.

2. pendekatan ancaman, yang di baca Ancaman juga dapat dijadikan pendekatan yang tentunya  perlu dilakukan guru/ pengajar untuk memanage kelas yang baik. Tapi ancaman disini seharusnya tidak dilakukan dalam waktu  sesering mungkin dan ebenarnya hanya perlu diterapkan manakala kondisi sudah benar-benar tidak dapat dikendalikan. Selama guru masih mampu melakukan pendekatan lain di luar ancaman, maka akan lebih baik jika pendekatan dengan ancaman ini ditangguhkan.

3. pendekatan resep, jurnal yang sayaa baca  Pendekatan resep tentunya sangat cocok dilakukan oleh guru sendiri. Dalam hal ini, kita perlu mencatat beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mengajar di kelas.disini tentunya  Ketentuan itu dibuat tidak semata-mata untuk kepentingan guru itu sendiri, melainkan hal itu juga untuk kepentingan pengaturan kelas. Oleh sebab itu, cobalah kita ingat kembali apa yang tidak disukai siswa-siswi pada saat kita mengajar itu , sehingga ketidaksukaan itu dapat menyebabkan situasi kelas menjadi tidak efektif. Tidak ada salahnya jika kita sebagai  guru juga meminta para siswa untuk mengemukakan hal-hal yang kurang mereka sukai dari cara kita mengajar serta apa yang mereka inginkan. Di samping itu, akan sangat baik jika guru meminta siswa untuk mengemukakan hal-hal yang mereka sukai dari kita. Semua komentar siswa hendaknya kita perhatikan baik-baik, untuk kemudian diaplikasikan dalam tindakan nyata, karena tidak ada salahnya kita mendengarkan apa kata siswa, karena hal itu di lakukan demi kenyamanan proses belajar mengajar di dalam kelas, tentunya jika posisi ini dapat terwujudkan maka kita sebagai guru juga lebih nyaman , dan mereka sebagai murid tentunya juga akan senang karena apa yang di kemukakan nya dapat di rasakannta atau di wujudkan oleh guru nya sendiri.

Dan dari jurnal yang di baca, bahwa Manajemen kelas di dalam konsep modern dipandang sebagai proses mengorganisasikan dari segala sumber daya kelas bagi terciptanya proses pembelajaran yangefektif dan efisien. Sumber daya itu diorganisasikan untuk memecahkan beragam masalah yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran sekaligus membangun situasi kelas yang kondusif secara berkesinambungan.karena kita tentunya sebagai Pendidik harus bertugas untuk menciptakan, memperbaiki, dan memilhara situasi kelas yang cerdas. Situasi kelas yang cerdas itulah yang mendukung pendidik untuk mengukur, mengembangkan, dan memelihara stabilitas kemampuan, bakat, minat dan energi yang dimilikinya dalam rangka menjalankan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran. Oleh karena itu, dalam mewujudkan manajemn kelas yang efektif maka perlu melakukan perencanaan yang matang mengenai strategi pembelajaran, fasilitas yang diperlukan serta sistem pengaturannya, budaya kelas, dan sistem evaluasi untuk mengukur keberhasilan manajemen kelas. Terkait dengan pendidik dalam hubungannya dengan pelaksanaan manajemen kelas, maka pendidik harus menciptakan suasana kelas yang kondusif, menjadi manajer kelas yang efektif, menjadi leader kelas, menjadi pembimbing peserta didik, mengendalikan disiplin kelas, menata lingkungan fisik kelas. Untuk mengukur efektivitas pelaksanaan Pelaksanaan manajemen kelas maka perlu dilakukan evaluasi secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait. Sebagaimana prinsipnya, pengelolaan kelas dilakukan sebagai upaya untuk mengubah tingkah laku siswa di dalam kelas dari kurang baik menjadi baik. Sumber daya itu diorganisasikan untuk memecahkan beragam masalah yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran sekaligus membangun situasi kelas yang kondusif secara berkesinambungan. Guru sebagai pemimpin kelas diharapkan mampu menerapkan pendekatan manajemen kelas berdasarkan situasi dan kondisi yang berlangsung. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Sumber daya itu diorganisasikan untuk memecahkan beragam masalah yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran sekaligus membangun situasi kelas yang kondusif secara berkesinambungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar