LAPORAN BACAAN
OLEH
KHAIRUS SYA’BANI
11901102
PAI 4D
Identitas Buku/ jurnal
Judul: Pengembangan Lembar Kerja Siswa (Lks) Berbasis Inkuiri
Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Keterampilan Proses Sains Dan Minat
Siswa Pada Pembelajaran Fluida Statis Di Sma Negeri 11 Banda Aceh
Penulis: Juniar Afrida, Adlim, dan A. Halim
Penerbit: Program Studi Magister Pendidikan IPA
Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala
Volume: Vol.
03, No.01, hlm 93-106,
Dewasa
ini kita ketahui bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami
pelajaran, khususnya pelajaran sains yang antara lain adalah fisika, kimia, dan
biologi. Selain susah dalam memahami pelajaran tersebut para siswa juga harus
memecahkan masalah jika ada kendala mengerjakan soal atau memahami konsep
pelajaran tersebut. Pada pelajaran kimia contohnya, selain siswa harus bisa memahami
konsep dan menyelesaikan permasalahan ada juga siswa yang harus dapat melakukan
kegiatan eksperimen. Begitu pula pada pelajaran fisika selain melakukan
kegiatan eksperimen setiap siswa harus terampil dalam melakukan eksperimen
untuk meningkatkan minat dan KPS dalam pelajaran tersebut. Eksperimen adalah
salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran fisika.
Kegiatan eksperimen merupakan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam bentuk
kegiatan praktikum dari suatu percobaan dengan bantuan LKS,sehingga dalam
pembelajaran sangat diperlukan LKS yang bisa membuat siswa aktif dalam belajar.
Berdasarkan survei lapangan, diperoleh informasi bahwa LKS eksperimen yang
biasa digunakan di sekolah memuat prosedur praktikum model cook book (buku
resep masakan). Melalui eksperimen dengan menggunakan LKS konvrnsional siswa
sama sekali tidak dibina untuk melakukan langkah-langkah KPS sehingga
pembelajaran yang dilakukan tidak bermakna bagi siswa. Belajar menjadi bermakna
bagi siswa apabila mereka mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, melaksanakan
penyelidikan, mengumpulkan data, membuat kesimpulan dan berdiskusi. Dengan kata
lain, siswa terlibat secara langsung dalam pembelajaran aktif dan berpikir
tingkat tinggi yang pada gilirannya akan membimbing atau mengarahkan mereka pada
pembelajaran berbasis inkuiri.
Penelitian
menggunakan LKS inkuiri terbimbing dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya,
diantaranya oleh Azeem dan Azra (2011), hasilnya menunjukkan bahwa ada pengaruh
yang signifikan dari penggunaan inkuiri terbimbing, tidak terbimbing dan kombinasi
inkuiri sains pada prestasi siswa dibandingkan menggunakan metode konvensional.
Selanjutnya Elliot dan Chu (2009), hasil penelitiannya menunjukkan bahwa
pembelajaran menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada pembelajaran,
dalam penelitian juga ditemukan bahwa siswa menyadari manfaat menjadi pelajar
yang aktif. Inkuiri merupakan suatu proses bagi siswa untuk memecahkan masalah,
merencanakan dan melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, serta
menarik kesimpulan. Jadi dalam pembelajaran berbasis inkuiri, siswa terlibat
secara mental dan secara fisik untuk memecahkan masalah yang diberikan guru.
Dengan kata lain para siswa akan menjadi terbiasa berperilaku sebagai saintis
(objektif, jujur, kreatif, dan menghargai yang lain) (Rustaman, 2005). Ini
memperjelas ciri-ciri dari KPS dengan pembelajaran sains. Lebih lanjut Gagne
(Dahar, 1996) menyebutkan bahwa dengan mengembangkan KPS, siswa akan dibuat kreatif
sehingga mereka akan mampu mempelajari IPA di tingkat yang lebih tinggi dalam
waktu yang lebih singkat . KPS mampu membuat siswa menemukan dan mengembangkan
sendiri fakta dan percobaan serta menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan
nilai. Seluruh irama, gerak atau tindakan dalam proses belajar seperti ini akan
menciptakan kondisi belajar yang melibatkan siswa lebih aktif dan mampu
mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. , maka diperlukan suatu metode
pembelajaran yang tepat dan lebih bermakna bagi siswa yaitu dengan menggunakan
LKS inkuiri terbimbing. Metode pembelajaran ini lebih berpusat kepada siswa
dalam melakukan sebuah kegiatan percobaan. Setelah dilakukan pembelajaran pada
kedua kelompok dengan LKS yang berbeda, selanjutnya diberikan posttest untuk
mengetahui kemampuan siswa menyelesaikan soal. Kemudian dilakukan analisis
terhadap data postest dan data N- gain yang dinormalisasi kedua kelas.
Dari hasil analisis data tersebut, siswa yang mendapatkan
pembelajaran dengan LKS inkuiri terbimbing menunjukkan bahwa secara keseluruhan
kemampuan penguasaan KPS siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan siswa
kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran dengan LKS konvensional. Hal ini ditunjukkan
dengan adanya perbedaan perolehan rata-rata postest dan N-gain yang
dinormalisasi dari kedua kelas tersebut. Tingginya perolehan skor posttest dan
N-gain kelas eksperimen disebabkan karena dalam pembelajaran dengan LKS inkuiri
terbimbing memberikan kesempatan untuk melakukan setiap eksperimen secara
mandiri, bertukar pikiran dan berdiskusi dengan rekannya, mengamati dan
menjelaskan fenomena fisis yang ditinjukkan melalui kegiataneksperimen. Hal
tersebut sejalan dengan pernyataan Rustaman (1997) mendefinisikan KPS sebagai
keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh, mengembangkan dan menerapkan
konsep- konsep, prinsip-prinsip, hukum-hukum, dan teori sains, baik berupa
keterampilan mental, keterampilan fisik (manual) maupun keterampilan sosial. KPS
melibatkan keterampilan-keterampilan intelektual, manual dan sosial. Sehingga KPS
dapat ditingkatkan dengan LKSinkuiri terbimbing. Melalui LKS inkuiri
terbimbing, siswa dibimbing dan diarahkan untuk memulai aktivitas dengan
melakukan pengamatan terhadap demontrasi untuk membangun dasar pengetahuan
siswa, mengajukan hipotesis sebelum eksperimen, melakukan eksperimen, dan
diakhiri dengan menarik kesimpulan serta menghubungkan konsep yang dipelajari dengan
konsep lain. Peningkatan minat belajar dengan LKS inkuiri terbimbing dapat
dilihat berdasarkan perolehan kategori minat belajar “Tinggi” siswa kelompok eksperimen
sebelum dan setelah perlakuan. Banyaknya jumlah siswa kategori “Tinggi” minat
belajar kelompok eksperimen dari 12 siswa hingga menjadi 15 siswa. Peningkatan
minat belajar dapat disebabkan oleh adanya pembelajaran yang dilakukan
menggunakan LKS inkuiri terbimbing yang menyebabkan siswa lebih bersemangat
dalam belajar. Minat belajar kelompok control dan eksperimen sebelum LKS
inkuiri terbimbing telah menunjukkan adanya minat yang berbeda untuk kedua kelompok.
Kelompok eksperimen memiliki minat belajar yang lebih tinggi dari kelompok
kontrol. Banyak hal yang dapat menyebabkan perbedaan minat kedua kelompok
diantaranya ketika mengisi angket adanya siswa yang tidak membaca pernyataan
sehingga hanya menceklist dengan sesuka hati, suasana kelas ketika mengisi
angket minat, waktu mengisi angket dan lain sebagainya
Ketiadaan membaca pernyataan angket sangat
mempengaruhi hasil skor karena pernyataan yang disediakan pada angket tidak
hanya pernyataan positif tetapi juga pernyataan negatif. Skor dari pernyataan negatif
berbeda dengan skor pernyataan positif. Peningkatan minat belajar kelompok
eksperimen dapat disebabkan oleh adanya aktivitas siswa kelompok tersebut dalam
melakukan eksperimen sendiri di lab dengan bantuan LKS inkuiri terbimbing.
Adanya peningkatan minat belajar siswa dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Berdasarkan
angket yang diberikan kepada siswa, diketahui bahwa umunya siswa menyatakan
sangat setuju dan setuju pada setiap pernyataan yang terdapat pada angket.
Secara umum siswa merespon positif pembelajaran materi fluida statis dengan LKS
inkuiri terbimbing. Hal ini ditunjukkan dari ketertarikan siswa terhadap
pembelajaran dengan LKS inkuiri terbimbing serta meningkatnya minat siswa dalam
belajar karena siswa merasa pembelajaran berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, siswa memiliki antusias dan semangat yang tinggi terhadap
pembelajaran yang dikembangkan. Sehingga siswa lebih rajin dalam belajar dan
mau bekerja keras, walaupun masih ada siswa yang belum mencapai hasil yang
diharapkan. Berdasarkan sebaran angket yang diberikan kepada siswa, diketahui
bahwa indikator yang menunjukkan persepsi positif, ketertarikan siswa dan minat
positif terhadap pembelajaran dengan LKS inkuiri terbimbing semuanya
menunjukkan persentase yang tinggi. Tanggapan baik yang dikemukakan oleh siswa
disebabkan karena pembelajaran dengan LKS inkuiri terbimbing memberikan
fasilitas kepada siswa untuk mempelajari suatu konsep. Yager dan Akcay (2010)
menunjukkan bahwa penggunaan dan pemahaman siswa keterampilan sains dan konsep
dengan inkuiri meningkat secara signifikan lebih dari yang mereka lakukan untuk
siswa terdaftar di bagian khas dalam hal keterampilan proses, keterampilan kreativitas,
kemampuan untuk menerapkan konsep ilmu pengetahuan, dan pengembangan minat yang
lebih positif. erdasarkan permasalahan, hasil, analisis data dan pembahasan
berdasarkan bab-bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berkut: 1.
Pembelajarn fisika dengan pengembangan LKS dapat meningkatkan KPS siswa dalam belajar
fisika. Indikator KPS yang mengalami peningkatan tertinggi yaitu menginterpretasi
data. Indikator yang mengalami peningkatan terendah yaitumenginterpretasi
grafik. 2. Pembelajaran fisika dengan pengembangan LKS berbasis inkuiri terbimbing
dapat meningkatkan minat belajar fisika, dan peningkatan minat siswa dengan pembelajaran inkuiri terbimbing
terjadi secara signifikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar