Minggu, 11 Juli 2021

MAGANG 1, LAPORAN BACAAN KE- 9

 

LAPORAN BACAAN

OLEH

 KHAIRUS SYA’BANI

11901102

PAI 4D

Identitas Buku/ jurnal 

Judul: Pengembangan Lembar Kerja Siswa (Lks) Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Keterampilan Proses Sains Dan Minat Siswa Pada Pembelajaran Fluida Statis Di Sma Negeri 11 Banda Aceh

Penulis: Juniar Afrida, Adlim, dan A. Halim

Penerbit: Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

 Volume: Vol. 03, No.01, hlm 93-106,

 

Dewasa ini kita ketahui bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran, khususnya pelajaran sains yang antara lain adalah fisika, kimia, dan biologi. Selain susah dalam memahami pelajaran tersebut para siswa juga harus memecahkan masalah jika ada kendala mengerjakan soal atau memahami konsep pelajaran tersebut. Pada pelajaran kimia contohnya, selain siswa harus bisa memahami konsep dan menyelesaikan permasalahan ada juga siswa yang harus dapat melakukan kegiatan eksperimen. Begitu pula pada pelajaran fisika selain melakukan kegiatan eksperimen setiap siswa harus terampil dalam melakukan eksperimen untuk meningkatkan minat dan KPS dalam pelajaran tersebut. Eksperimen adalah salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran fisika. Kegiatan eksperimen merupakan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam bentuk kegiatan praktikum dari suatu percobaan dengan bantuan LKS,sehingga dalam pembelajaran sangat diperlukan LKS yang bisa membuat siswa aktif dalam belajar. Berdasarkan survei lapangan, diperoleh informasi bahwa LKS eksperimen yang biasa digunakan di sekolah memuat prosedur praktikum model cook book (buku resep masakan). Melalui eksperimen dengan menggunakan LKS konvrnsional siswa sama sekali tidak dibina untuk melakukan langkah-langkah KPS sehingga pembelajaran yang dilakukan tidak bermakna bagi siswa. Belajar menjadi bermakna bagi siswa apabila mereka mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, melaksanakan penyelidikan, mengumpulkan data, membuat kesimpulan dan berdiskusi. Dengan kata lain, siswa terlibat secara langsung dalam pembelajaran aktif dan berpikir tingkat tinggi yang pada gilirannya akan membimbing atau mengarahkan mereka pada pembelajaran berbasis inkuiri.

Penelitian menggunakan LKS inkuiri terbimbing dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, diantaranya oleh Azeem dan Azra (2011), hasilnya menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan inkuiri terbimbing, tidak terbimbing dan kombinasi inkuiri sains pada prestasi siswa dibandingkan menggunakan metode konvensional. Selanjutnya Elliot dan Chu (2009), hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pembelajaran menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada pembelajaran, dalam penelitian juga ditemukan bahwa siswa menyadari manfaat menjadi pelajar yang aktif. Inkuiri merupakan suatu proses bagi siswa untuk memecahkan masalah, merencanakan dan melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menarik kesimpulan. Jadi dalam pembelajaran berbasis inkuiri, siswa terlibat secara mental dan secara fisik untuk memecahkan masalah yang diberikan guru. Dengan kata lain para siswa akan menjadi terbiasa berperilaku sebagai saintis (objektif, jujur, kreatif, dan menghargai yang lain) (Rustaman, 2005). Ini memperjelas ciri-ciri dari KPS dengan pembelajaran sains. Lebih lanjut Gagne (Dahar, 1996) menyebutkan bahwa dengan mengembangkan KPS, siswa akan dibuat kreatif sehingga mereka akan mampu mempelajari IPA di tingkat yang lebih tinggi dalam waktu yang lebih singkat . KPS mampu membuat siswa menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan percobaan serta menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai. Seluruh irama, gerak atau tindakan dalam proses belajar seperti ini akan menciptakan kondisi belajar yang melibatkan siswa lebih aktif dan mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. , maka diperlukan suatu metode pembelajaran yang tepat dan lebih bermakna bagi siswa yaitu dengan menggunakan LKS inkuiri terbimbing. Metode pembelajaran ini lebih berpusat kepada siswa dalam melakukan sebuah kegiatan percobaan. Setelah dilakukan pembelajaran pada kedua kelompok dengan LKS yang berbeda, selanjutnya diberikan posttest untuk mengetahui kemampuan siswa menyelesaikan soal. Kemudian dilakukan analisis terhadap data postest dan data N- gain yang dinormalisasi kedua kelas.

 Dari hasil analisis data tersebut, siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan LKS inkuiri terbimbing menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan penguasaan KPS siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan siswa kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran dengan LKS konvensional. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan perolehan rata-rata postest dan N-gain yang dinormalisasi dari kedua kelas tersebut. Tingginya perolehan skor posttest dan N-gain kelas eksperimen disebabkan karena dalam pembelajaran dengan LKS inkuiri terbimbing memberikan kesempatan untuk melakukan setiap eksperimen secara mandiri, bertukar pikiran dan berdiskusi dengan rekannya, mengamati dan menjelaskan fenomena fisis yang ditinjukkan melalui kegiataneksperimen. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Rustaman (1997) mendefinisikan KPS sebagai keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh, mengembangkan dan menerapkan konsep- konsep, prinsip-prinsip, hukum-hukum, dan teori sains, baik berupa keterampilan mental, keterampilan fisik (manual) maupun keterampilan sosial. KPS melibatkan keterampilan-keterampilan intelektual, manual dan sosial. Sehingga KPS dapat ditingkatkan dengan LKSinkuiri terbimbing. Melalui LKS inkuiri terbimbing, siswa dibimbing dan diarahkan untuk memulai aktivitas dengan melakukan pengamatan terhadap demontrasi untuk membangun dasar pengetahuan siswa, mengajukan hipotesis sebelum eksperimen, melakukan eksperimen, dan diakhiri dengan menarik kesimpulan serta menghubungkan konsep yang dipelajari dengan konsep lain. Peningkatan minat belajar dengan LKS inkuiri terbimbing dapat dilihat berdasarkan perolehan kategori minat belajar “Tinggi” siswa kelompok eksperimen sebelum dan setelah perlakuan. Banyaknya jumlah siswa kategori “Tinggi” minat belajar kelompok eksperimen dari 12 siswa hingga menjadi 15 siswa. Peningkatan minat belajar dapat disebabkan oleh adanya pembelajaran yang dilakukan menggunakan LKS inkuiri terbimbing yang menyebabkan siswa lebih bersemangat dalam belajar. Minat belajar kelompok control dan eksperimen sebelum LKS inkuiri terbimbing telah menunjukkan adanya minat yang berbeda untuk kedua kelompok. Kelompok eksperimen memiliki minat belajar yang lebih tinggi dari kelompok kontrol. Banyak hal yang dapat menyebabkan perbedaan minat kedua kelompok diantaranya ketika mengisi angket adanya siswa yang tidak membaca pernyataan sehingga hanya menceklist dengan sesuka hati, suasana kelas ketika mengisi angket minat, waktu mengisi angket dan lain sebagainya

 Ketiadaan membaca pernyataan angket sangat mempengaruhi hasil skor karena pernyataan yang disediakan pada angket tidak hanya pernyataan positif tetapi juga pernyataan negatif. Skor dari pernyataan negatif berbeda dengan skor pernyataan positif. Peningkatan minat belajar kelompok eksperimen dapat disebabkan oleh adanya aktivitas siswa kelompok tersebut dalam melakukan eksperimen sendiri di lab dengan bantuan LKS inkuiri terbimbing. Adanya peningkatan minat belajar siswa dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Berdasarkan angket yang diberikan kepada siswa, diketahui bahwa umunya siswa menyatakan sangat setuju dan setuju pada setiap pernyataan yang terdapat pada angket. Secara umum siswa merespon positif pembelajaran materi fluida statis dengan LKS inkuiri terbimbing. Hal ini ditunjukkan dari ketertarikan siswa terhadap pembelajaran dengan LKS inkuiri terbimbing serta meningkatnya minat siswa dalam belajar karena siswa merasa pembelajaran berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa memiliki antusias dan semangat yang tinggi terhadap pembelajaran yang dikembangkan. Sehingga siswa lebih rajin dalam belajar dan mau bekerja keras, walaupun masih ada siswa yang belum mencapai hasil yang diharapkan. Berdasarkan sebaran angket yang diberikan kepada siswa, diketahui bahwa indikator yang menunjukkan persepsi positif, ketertarikan siswa dan minat positif terhadap pembelajaran dengan LKS inkuiri terbimbing semuanya menunjukkan persentase yang tinggi. Tanggapan baik yang dikemukakan oleh siswa disebabkan karena pembelajaran dengan LKS inkuiri terbimbing memberikan fasilitas kepada siswa untuk mempelajari suatu konsep. Yager dan Akcay (2010) menunjukkan bahwa penggunaan dan pemahaman siswa keterampilan sains dan konsep dengan inkuiri meningkat secara signifikan lebih dari yang mereka lakukan untuk siswa terdaftar di bagian khas dalam hal keterampilan proses, keterampilan kreativitas, kemampuan untuk menerapkan konsep ilmu pengetahuan, dan pengembangan minat yang lebih positif. erdasarkan permasalahan, hasil, analisis data dan pembahasan berdasarkan bab-bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berkut: 1. Pembelajarn fisika dengan pengembangan LKS dapat meningkatkan KPS siswa dalam belajar fisika. Indikator KPS yang mengalami peningkatan tertinggi yaitu menginterpretasi data. Indikator yang mengalami peningkatan terendah yaitumenginterpretasi grafik. 2. Pembelajaran fisika dengan pengembangan LKS berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan minat belajar fisika, dan peningkatan minat  siswa dengan pembelajaran inkuiri terbimbing terjadi secara signifikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar