Minggu, 11 Juli 2021

MAGANG 1, LAPORAN BACAAN KE- 10

 

LAPORAN BACAAN

OLEH

 KHAIRUS SYA’BANI

11901102

PAI 4D

Identitas Buku/ jurnal 

Judul: PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN ONLINE

Penulis: Komang Setemen

Penerbit: Universitas Pendidikan Ganesha, Jl. Udayana Singaraja

 

 

Dalam proses pembelajaran, evaluasi merupakan bagian yang amat penting. Evaluasi dapat memberi gambaran tentang tingkat penguasaan siswa ter- hadap satu materi, memberi gambaran tentang kesulitan belajar siswa, dan memberi gambaran tentang posisi siswa di antara kawan-kawannya. Evaluasi manual dengan instrumen evaluasi me- miliki banyak kelemahan. Pertama, evaluasi ma- nual memerlukan waktu dan biaya yang cukup banyak untuk memproduksi instrumennya. Kedua, pemilihan butir tes dari bank soal cukup merepot- kan, baik dalam pemilihan maupun dalam mem- produksinya. Ketiga, proses pemeriksaan evaluasi dengan instrumen tercetak cukup rumit, sehingga memerlukan waktu banyak dan cenderung membo- sankan. Keempat, proses pengolahan skor dan pemberian umpan balik kepada responden juga rumit, memerlukan banyak waktu dan juga tidak jarang membosankan. Kelima, secara psikologis evaluasi manual sering menimbulkan kecemasan pada peserta tes. Pengawas yang berada di sekitar mereka, kondisi peserta tes yang lain, serta kondisi lingkungan sekitar sering membuat peserta tes merasa cemas. Kondisi di atas sangat mendesak untuk diatasi. Perlu diciptakan suatu mekanisme evaluasi yang memungkinkan terjadinya hal-hal seperti: 1) proses produksi instrumen penelitian cukup mudah; 2) proses pemilihan butir tes dari bank soal mudah dilakukan; 3) pemeriksaan hasil tes mudah dilaku- kan; 4) proses pengolahan skor dan pemberian um- pan balik mudah dilakukan; dan 5) kecemasan yang timbul pada diri peserta tes akibat proses evaluasi tidak terlalu tinggi atau masih pada taraf yang wajar. Pada kesempatan ini, dikaji evaluasi berbasis komputer. Fasilitas hiperteks yang dimiliki internet/ intranet dilengkapi dengan sistem basis-data yang dinamis untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas pen- dukung evaluasi. Evaluasi berbasis komputer diharapkan mampu memberikan hasil evaluasi yang tepat dan cepat. Biaya dan waktu untuk persiapan dan pelaksanaan tes dapat dimanfaatkan seefisien dan seefektif mungkin. Pengolahan hasil tes dapat dilakukan dengan lebih tepat dan lebih cepat, sehingga keputusan tentang hasil belajar siswa dapat diketahui dengan lebih cepat dengan hasil yang lebih tepat. Implikasinya, pemberian umpan balik dapat dilakukan lebih cepat, lebih efisien, dan lebih efektif.          

 Pada akhirnya, semua itu diharapkan bermuara pada peningkatan kualitas proses pembelajaran. Secara rinci, permasalahan yang perlu dicarikan solusinya dalam penelitian ini adalah: 1) rancang bangun evaluasi pembelajaran on-line, 2) implementasi evaluasi pembelajaran on-line memanfaatkan web dinamik, dan 3) persepsi maha- siswa terhadap evaluasi pembelajaran on-line. Evaluasi memegang peran yang amat penting dalam pembelajaran. Akurasi data kemampuan sis- wa atau data kesulitan siswa dalam belajar sangat tergantung kepada akurasi alat evaluasi dan proses evaluasi. Oleh karena itu, alat evaluasi harus disu- sun secermat mungkin, agar secara konsisten mam- pu mengukur apa yang semestinya diukur. Selain itu, alat evaluasi harus diujicoba, dan bila perlu harus diujicoba beberapa kali, agar persyaratan validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesu- karan, dan persyaratan alat evaluasi lainnya dapat dipenuhi dengan baik. Alat evaluasi dalam proses pembelajaran dinamakan tes, atau lengkapnya tes hasil belajar. Tes hasil belajar (Achievement test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan individu dalam satu bidang atau bidang tertentu. Tes hasil belajar ada dua jenis, yaitu: 1) test standar atau test baku, yaitu test yang dipublikasikan dan telah disiapkan oleh para ahli secara cermat serta mencakup tujuan akademis yang lazim bagi sekolah-sekolah pada umumnya, dan 2) test buatan guru adalah test yang disusun oleh guru berdasarkan taksonomi yang ingin diukur dari unjuk kerja indi- vidu setelah mempelajari sesuatu. Komputer sudah berkembang menjadi peralatan multimedia dan hipermedia.

 Multimedia merupakan perpaduan teknologi televisi, teknologi komunikasi, dan teknologi komputer, sedangkan hipermedia adalah peralatan multimedia yang dilengkapi dengan fasilitas hiperteks. Selama ini hipermedia telah banyak dimanfaatkan dalampembelajaran, termasuk dalam proses evaluasi  dengan memasangnya pada intranet atau internet. Peluang untuk berkomunikasi melalui hypermedia baik melalui suara maupun melalui teks dapa tdimanfaatkan sebagai fasilitas evaluasi. Fasilitas  komunikasi dalam intranet atau internet yang dapat dimanfaatkan untuk evaluasi adalah website, chatting, dan electronic mail (e-mail). Website memberi peluang kepada komunikate untuk membaca pesan dari komunikator yang terpasang pada website, untuk kemudian memberikan respons kepada komunikator melalui fasilitas web dinamik. Chatting memberi peluang kepada komunikate untuk berdiskusi dengan komunikator melalui suara atau teks. E-mail memungkinkan komunikate untuk saling berkirim surat secara elektronik de- ngan komunikator. Evaluasi berbasis komputer juga dapat memanfaatkan fasilitas website, e-chatting, atau e- mail. Semua fasilitas di atas memberi peluang terjadinya interaksi antara tutor dengan siswa atau antara komputer sebagai pengganti tutor dengan siswa. Linden dalam Candiasa (2003) mengidentifikasikan beberapa model pengukuran pendidikan terkomputerisasi, antara lain: a) tes adaptif terkom- puterisasi, b) bank soal, c) desain tes otomatis, d) sistem penulisan butir tes, dan e) tes multimedia. Semua itu bisa dilakukan secara kolaboratif, sehingga evaluasi on-line dapat menciptakan komu- nitas belajar online. Komunitas belajar on-line adalah kelompok belajar yang didasari oleh komitmen dan kepentingan bersama untuk belajar secara kolaboratif dengan difasilitasi lingkungan belajar maya.

 Berdasarkan ujicoba teknis yang telah dila- kukan, sistem evaluasi pembelajaran on-line ini telah berhasil dikembangkan sesuai dengan spe- sifikasi kebutuhan sistem. Fungsi-fungsi yang bisa diakomodasi oleh sistem ini adalah mengelola data mahasiswa, mengelola data soal ujian, dan mengatur beberapa setting yang diperlukan. Dalam proses pengembangan, ditemui beberapa kendala teknis menyangkut codingnya, namun bisa diatasi dengan studi literatur dan diskusi tim. Sistem evaluasi on-line ini telah diuji dalam kelompok kecil mahasiswa sebanyak lima belas orang mahasiswa jurusan Manajemen Informatika yang duduk di semester III. Kelompok mahasiswa ini sudah terbiasa menggunakan input device berupa mouse yang diperlukan untuk mengarahkan pilihan jawaban seperti yang diinginkan. Beberapa antarmuka digunakan untuk memu- dahkan interaksi antara pengguna dengan sistem. Antarmuka antara pengguna mahasiswa dan admi- nistrator dibedakan. Untuk menggunakan sistem, baik mahasiswa maupun administrator harus melakukan login terlebih dahulu. Hal ini bertujuan supaya pengguna yang mempunyai hak saja yang bisa masuk ke sistem evaluasi pembelajaran on-line ini. Antarmuka yang dibutuhkan dalam system evaluasi pembelajaran on-line ini adalah antarmuka untuk login, baik untuk mahasiswa maupun admi- nistrator. Antarmuka untuk administrator mengelola data mahasiswa, mengelola data soal, da melakukan setting. Antarmuka untuk mahasiswa meliputi antarmuka mengikuti ujian pembelajaran on-line dengan menjawab tes pilihan ganda dan essay. Untuk pengembangan sistem evaluasi on-line ini, telah dilakukan rancang bangun sistem evaluasi pembelajaran on-line yang meliputi rancangan sistem, rancangan tabel, dan rancangan antarmuka. Ketiga rancangan ini selanjutnya dibuatkan coding- nya. Proses implementasi/coding sistem evaluas pembelajaran on-line ini dilakukan dengan meng- gunakan script pemrograman php dengan pengelola basis data MySQL. Pada akhir implementasi/ coding telah terbentuk sebuah program perangkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar